Pages

Monday, July 2, 2012

Tugas SoftSkill IV


1. Uraikan hambatan umum bagi komunikasi antar pribadi yang efektif. Jelaskan bagaimana hambatan ini dapat diatasi.

Komunikasi antar pribadi ialah komunikasi yang dilakukan antara satu orang dengan orang lain.

• Pendapat yang berbeda
Pendapat tiap individu terhadap sesuatu hal seringkali berbeda dan hal ini menyebabkan pesan yang disampaikan tidak bisa sepenuhnya diterima karena terdapat perbedaan pendapat antara pesan yang diterima dengan pendapat pribadi.
Hambatan diatas dapat diatasi dengan cara pada saat kita melakukan komunikasi dan terdapat perbedaan pendapat dengan lawan bicara kita, hal yang sebaiknya dilakukan ialah mendengarkan terlebih dahulu apa pendapat lawan bicara kita dan menerimanya sebagai sebuah masukan untuk dapat dipertimbangkan. Hal terpenting ialah jangan menganggap bahwa pendapat kita adalah pendapat yang paling benar tanpa mau mendengarkan pendapat orang lain.

• Tingkatan bahasa lawan bicara 
Seringkali kita tidak mengetahui tingkatan bahasa lawan bicara kita sehingga tanpa sadar kita tidak mengetahui bahwa pesan yang kita sampaikan tidak dapat dimengerti oleh lawan bicara kita dikarenakan bahasa yang kita gunakan untuk menyampaikan pesan tidak sesuai dengan tingkatan bahasa lawan bicara kita.
Cara mengatasi hambatan diatas ialah dengan cara kita sudah harus mengetahui siapa lawan bicara kita. Hal ini penting untuk menentukan bahasa yang akan digunakan untuk berkomunikasi dengan lawan bicara kita.

• Tidak Menghargai lawan bicara
Terkadang di dalam berkomunikasi tanpa sadar kita terkesan tidak menghargai lawan bicara kita. Tidak jarang kita terlalu banyak bicara tanpa memberikan kesempatan kepada lawan bicara kita untuk berbicara atau memberikan tanggapan terhadap apa yang kita sampaikan. Jika dalam komunikasi terjadi hal demikian maka bisa dikatakan efektifitas komunikasi yang dilakukan kurang baik karena komunikasi hanya berjalan satu arah.
Dalam komunikasi sudah seharusnya kita dapat menghargai lawan bicara kita. Memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk berbicara ialah salah satu bentuk menghargai lawan bicara. Selain itu apabila kita menberikan kesempatan kepada lawan bicara maka komunikasi akan berjalan dua arah yang dapat membuat efektifitas komunikasi menjadi lebih baik. 


2. Uraikan dua dasar fungsi kepemimpinan yang di butuhkan untuk prestasi kerja kelompok yang efektif. Haruskah seorang pemimpin melakukan kedua fungsi sekaligus.

Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :
• Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
• Fungsi sebagai Top Manajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controling, dsb.

Dalam upaya mewujudkan kepemimpinan yang efektif, maka kepemimpinan tersebut harus dijalankan sesuai dengan fungsinya. Bukan hanya itu tetapi seorang pemimpin juga harus dapat melakukan kedua fungsi diatas dengan baik. Karena apabila kedua dasar fungsi kepemimpinan diatas tidak dilakukan atau hanya melakukan salah satu fungsi saja maka fungsi seorang pemimpin menjadi kurang lengkap atau kurang sempurna yang akan memberikan pengaruh kurang baik terhadap organisasi yang dipimpin.

Wednesday, June 27, 2012

Tugas SoftSkill 3


1. Bedakan pandangan tradisional dan interactionist tentang konflik.

      Jika pandangan tradisional tentang konflik ialah pandangan yang menganggap konflik dalam suatu organisasi merupakan sesuatu hal yang tidak baik dan harus dihilangkan sedangkan pandangan interactionist ialah pandangan yang justru mempunyai anggapan sebaliknya dengan pandangan tradisional tentang konflik yaitu pandangan yang menganggap konflik sebagai sesuatu hal yang harus ada atau bahkan sengaja dibuat dalam suatu organisasi karena adanya anggapan bahwa dalam suatu organisasi harus terjadi konflik agar terbentuk organisasi yang inovatif serta memiliki fungsi yang optimal.


2. ”Unit unit pada suatu organisasi akan selalu mempunyai tujuan yang berbeda; oleh karena itu, semua organisasi akan dicirikan oleh adanya konflik. ” Apakah anda setuju dengan hal ini ? jelaskan jawaban anda.

      Ya, Saya setuju dengan pernyatan di atas karena dalam suatu organisasi terdapat Unit – unit yang berbeda dalam hal tujuan. Walaupun dalam organisasi unit – unit yang berbeda tersebut dituntut agar dapat bekerja sama satu sama lain demi tujuan organisasi namun tetap saja tujuan individu tidak dapat dihilangkan sepenuhnya dan hal ini tentunya dapat menimbulkan konflik.


3. ”Strategi suatu organisasi, jika jelas dan disebar secara meluas, bertindak sebagai suatu superordinate goal dan memperlambat konflik yang disfungsional ”, Apakah anda setuju dengan hal ini ? jelaskan jawaban anda.

      Ya, Saya setuju dengan pernyataan di atas karena strategi organisasi yang jelas dan disebar secara meluas akan membuat Unit – unit yang berbeda dapat bekerja sama dengan baik satu sama lain sehingga dapat tercipta suatu superordinate goal dan memperlambat konflik yang disfungsional.

Monday, April 16, 2012

Tugas Softskill - Organisasi OSIS


OSIS ( ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH )
Struktur organisasi
Pada dasarnya setiap OSIS di satu sekolah memiliki struktur organisasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS terdiri atas:
  • Ketua Pembina (biasanya Kepala Sekolah)
  • Wakil Ketua Pembina (biasanya Wakil Kepala Sekolah)
  • Pembina (biasanya guru yang ditunjuk oleh Sekolah)
  • Ketua Umum
  • Wakil Ketua I
  • Wakil Ketua II
  • Sekretaris Umum
  • Sektetaris I
  • Sekretaris II
  • Bendahara
  • Wakil Bendahara
  • Ketua Sekretaris Bidang (sekbid) yang mengurusi setiap kegiatan siswa yang berhubungan dengan tanggung jawab bidangnya.
Dan biasanya dalam struktur kepengurusan OSIS memiliki beberapa pengurus yang bertugas khusus mengkoordinasikan masing-masing kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah.

a. Pembagian Tugas
Pembagian tugas di dalam OSIS sudah terbilang baik. Hal ini dapat terlihat dari seluruh bagian - bagian dalam organisasi tersebut yang sudah jelas dengan tugas masing – masing serta Batasan – batasan tugas. Sangat kecil kemungkinan dalam Organisasi seperti OSIS terjadi tumpang tindih dalam hal pelaksanaan tugas karena sudah ada aturan yang jelas dan rinci mengenai masalah pembagian tugas ini dari awal.

b. Departementalisasi
Organisasi OSIS sudah melakukan Departementalisasi dalam organisasi dengan baik. Ada beberapa penggabungan tugas – tugas yang sejenis dan kemudian tugas tersebut dilimpahkan atau diserahkan kepada satu orang ( Bagian ) untuk dikerjakan. Hal ini merupakan sesuatu hal yang baik mengingat peranan Departementalisasi yang sangat penting untuk menjaga efisiensi bekerja dalam organisasi.
 
c. Koordinasi
Koordinasi merupakan salah satu hal yang sangat pentind di dalam sebuah Organisasi seperti OSIS. Koordinasi dalam OSIS biasanya dibicarakan terlebih dahulu di dalam rapat agar pelaksanaan kordinasi di lapangan nantinya berjalan dengan baik. Dengan cara seperti itu maka pelaksanaan koordinasi di lapangan seharusnya akan berlangsung dengan baik karena sistem koordinasi sudah dibacarakan dalam rapat sejak awal dan disetujui oleh semua anggota organisasi yang mengikuti rapat.

d. Hierarki
Penentuan siapa yang menjadi atasan dan siapa yang menjadi bawahan dalam Organisasi OSIS sudah sangat jelas. Biasanya seorang Ketua OSIS dipilih oleh seluruh siswa termasuk anggota OSIS itu sendiri, Maka dengan demikian Ketua OSIS akan bisa lebih diterima karena ketua OSIS terpilih merupakan hasil pilihan mayoritas para siswa itu sendiri. Tentu saja hal ini secara tidak langsung membuat kesadaran para anggota organisasi mengenai siapa atasan dan siapa bawah menjadi lebih tinggi.

Dari 4 Point di atas, Dapat terlihat bahwa Organisasi OSIS serta Sistem Pengorganisasiannya sudah bisa dikatakan Baik walaupun Sistem Pergorganisasian setiap OSIS berbeda – beda pada masing – masing Sekolah namun secara umum tidak jauh berbeda dari apa yang telah ditulis di atas. Tujuan pembentukan OSIS juga pasti berbeda – beda pada setiap Sekolah namun secara garis besar tujuan pokok dari Organisasi OSIS yaitu antara lain :
1. Menghimpun ide, pemikiran, bakat, kreativitas serta minat para siswa ke dalam salah satu wadah yang bebas dari berbagai macvam pengaruh negatif dari luar sekolah
2. Mendorong sikap, jiwa dan semangat kesatuan dan persatuan di antara para siswa, sehongga timbul satu kebanggaan untuk mendukung peran sekolah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar mengajar
3. Sebagai tempat dan sarana untuk berkomunikasi, menyampaikan pemikiran, dan gagasan dalam usaha untuk mematangkan kemampuan berfikir, wawasan, dan pengambilan keputusan. 
Dengan berjalan baiknya pengorganisasian dalam OSIS ( Pembagian Tugas, Departementalisasi, Koordinasi, Dan Hierarki ) maka tujuan – tujuan pokok dari organisasi OSIS di atas dapat tercapai atau diwujudkan.

Wednesday, March 14, 2012

Tugas Softskill


1 rim kertas yang kita gunakan dalam proses pengadaannya membutuhkan organisasi. Apakah anda setuju dengan pernyataan ini ? jelaskan jawaban anda

Saya setuju terhadap pernyataan di atas, Karena menurut saya organisasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam sebuah proses produksi barang, termasuk dalam memproduksi kertas seperti kasus di atas. Adanya organisasi dapat membuat proses produksi menjadi lebih teratur dan sistematis. Organisasi juga dapat mengatur sekaligus mengawasi seluruh proses mulai dari proses awal hingga proses akhir.

Misalnya dalam hal proses memproduksi kertas, mulai dari proses merubah
pohon hingga berubah bentuk secara fisik menjadi kertas. Setelah proses tersebut masih ada lagi proses selanjutnya yaitu proses pemotongan kertas sesuai ukuran yang dibutuhkan dan proses yang terakhir adalah proses packing beberapa lembar kertas tersebut menjadi 1 rim yang kemudian akan di bungkus sedemikian rupa.

Proses – proses tersebut di atas merupakan proses yang dilakukan oleh sekelompok individu ( Group / Team ). Sekelompok individu tersebut disatukan dalam sebuah organisasi yang berfungsi untuk mengaturnya. Organisasi akan membagi beberapa individu yang ada menjadi beberapa team dengan tugas ( dalam proses ) yang berbeda – beda. Tentunya organisasi pula yang akan menentukan penempatan individu - individu ke dalam team.

Friday, November 11, 2011

Perencanaan


a. Proses Perencanaan

Pengertian Perencanaan

Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.

Empat Tahap Dasar Perencanaan

Tahap 1:
- Menentukan tujuan atau serangkaian tujuan.
Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan perusahaan. Tanpa rumusan tujuan yang jelas, penggunaan sumber daya perusahaan tidak efektif.
Tahap 2:
-
Merumuskan keadaan saat ini.
Pemahaman akan kondisi perusahaan sekarang dan tujuan yang hendak dicapai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan, adalah sangat penting. Karena tujuan dan rencana menyangkut waktu akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua ini memerlukan informasi terutama keuangan dan data statistik.
Tahap 3:
-
Mengindentifikasikan segala kemudahan dan hambatan.
Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu di identifikasikan, untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu, perlu diketahui faktor-faktor lingkungan dalam dan luar yang dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya, atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walaupun sulit dilakukan, antisipasi keadaan, masalah dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang, adalah bagian penting dari proses perencanaan.
Tahap 4:
-
Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.
Tahap akhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai pilihan kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian pilihan kegiatan terbaik (paling memuaskan) di antara pilihan yang ada.

Jenis Perencanaan

Didalam perencanan ada beberapa tipe:
1.      Rencana strategic
2.      Rencana operasional

Rencana –rencana strategi plans yaitu: perencanan yang dirancang untuk mrmenuhi tujuan organisasi yang mengimplemasikan misi yang memberikan alasan yang khas pada orang.
Perencanan operasional yaitu: perencanan yang menguraiakan secara lebih terperinci bagaimana rencana startegi akan tercapai.
Langkah –langkah dalam penyusunan perencanaan:
Menentukan misi dan tujuan. Perumusan misi dipengaruhi oleh nilai-nilai.
Pengembangan profil perusahan dan biasanyan mencerminkan keadaan internal dan kemampaun seseorang atau perusahan.
Analisa lingkungan external.Mengidentifikasi cara-cara dalam hal perubahan internal, politik, ekonomi, sosbud, dan teknologi secara tidak langsung mempengaruhi organisasi. Identifikasi dan analisis lingkungan ekternal dapat dilakuakn dengan berbagai metode permulaan
Proses perencanan stategi formal:
1. Pemahaman dan perumusan masalah. Untuk mempermudah manager untuk mengidenfikasi maka pertama kali :
  • Adakan dulu uji coba secara sistematis hubungan sebab akibat.
  • Carilah penyimpangan dan perubahan dari yang normal.
  • Konsultasi atau tanya jawab pada perusahan .
2. Pengumpulan dan analisa data yang relevan.
Pertama sekali manager harus mengumpulkan data apa yang diperlukan untuk memutuskan keputusan apa yang tepat untuk mendapatkan informasi yang tepat.
a. Pengembangan alternatif.
b. Kecendrungan untuk menerima alternatif keputusan yang pertma kali flexible sering mengidarkan pencapaian yang terbaik untuk masalah lainya. Pengembangan sejumalh alternatif memungkinkan manager menolak kecendrungan utuk membuat keputusanyang efektif.
c. Evaluasi alternatif.
Untuk menilai efektifitas ada 2 kriteria :
Apakah alternatif realistik bila dihubungkan dengan tujuan dan sdm organisasi seberapa baik alternatif akan membantu pemecahan masalah.
Apakah alternatif yang diberikan sudah merupakan alternatif terbaik.
Rencana – rencana operasional ada 2 Yaitu:
1. Rencana tunggal (Single use plan), adalah menentukan langkah kegiatan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat dan selesai apa bila sasaran sudah tercapai (hanya satu kali pakai)
Tipe – tipe rencana tunggal ada 3 yaitu:
a. Program yaitu : Serangkaian kegiatan yang mencakup luas yang dapat lihat didalamnya seperti langkah –langkah pokok untuk mencapai tujuan. Satuan program organisasi yang bertanggungjawab terhadap kegiatan urutan waktu dan untuk setiap tahap.
b. Proyek adalah: Rencana yang sekali pakai yang merupakan bagian terpisah dari program. Proyek merupakan alat dari proyek yang efektif yang mempunyai ruang lingup terbatas.
c. Anggaran adalah: Laporan sumber daya keuangan yang disusun untuk kegiatan –kegiatan tertentu dalam jangka waktu tertentu..
2. Rencana – rencana tetap, yaitu pendekatan –pendekatan yang standart untuk penangaan situasi –situasi yang dapat dppikirkan dan terjadi secara berulang-ulang.Wujud dari rencana tetap adalah:
a. Kebijaksanan adalah: Pedoman untuk mengambil keputusan. Kebijakasanan batas dari penganbilan keputusan membuat keputusan apa yang diambil oleh seorang manajer.
b. Prosedur adalah: Proses untuk diketahui apa yang akan dilakukan dengan demikian langkah –langkah itu menjadi suatu yang rutin dan tugas dari pada adm yang bertujuan untuk menyerderhanakan supaya tidak berbelit-belit.
c. Aturan atau rulls adalah: Pernyataan atau ketetentuan bahwa suatu kegiatan tertentu tidak boleh dilakukan dalam melaksanakan aturan para anggota organisasi tidak mempunyai pilihan melainkan aturan tersendiri.
Kebaikan rencana-rancana dari startegi:
1. Memberikan pedoman yang konsisten bagi kegiatan organisasi.
2. Membantu para manajer dlam pengambilan keputusan.
3. Meminumkan kesalan karena sasaran dan tujuan dengan cepat dan tepat.
Kelemahan dari rencana Stategi:
1. Memerlukan investasi waktu yang cukup lama dan biaya serta orang yang cukup besar.
2. Cendrung membatasi organisasi hanya terdapat pilihan yang paling rasioanaldan bebas resiko.
Hambatan-hambatan dalam pembuatan rencana –rencana yang efektif:
1. Kurangnya pengetahuan dalam berorganisasi.
2. Kurangnya peb\getahuan lingkungan.
3. Ketidakmampuan terhadap peramalan efektif.
4. Kesulitan dari biaya.
5. Takut gagal.
6. Pengunaan dari SDM.

Rencana operasional tumbuh dari rencana strategic dan pernyataan misi, terdapat empat pokok perbedaan antara rencana strategic dan operasional :
1.      Horison waktu
2.      Ruang lingkup
3.      Kerumitan dan dampak
4.      Ketidaktergantungan

Faktor Waktu dan Perencanaan
Faktor waktu dan mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perencanaan dalam tiga hal, yaitu:
1. waktu sangat diperlukan untuk meaksanakan perencanaan efektif
2. waktu sering diperlukan untk melanjutkan setiap langkah perencanaan
tanpa informasi lengkap tentang variable-variabel dan alternatif-
alternatif, karena waktu diperlukan untuk mendapatkan data dan
memperhitungkan semua kemungkinan.
3. jumlah waktu yang akan dicakup dalam rencana harus dipertimbangkan.
Faktor waktu lainnya yang mempengaruhi perecanaan adalah seberapa sering rencana-rencana harus ditinjau kembali dan diperbaiki. Ini tergantung pada sumber daya yang tersedia dan derajat ketetapan perencanaan manajemen.

Rencana jangka pendek, menengah dan panjang
Rencana – rencana jangka pendek mencakup berbagai rencana dari satu hari sampai satu tahun.
Rencana-rencana jangka menengah mempunyai rentangan waktu antara beberapa bulan sampai tiga tahun.
Rencana- rencana jangka panjang mengikuti kegiatan selama dua sampai lima tahun, dengan beberapa rencana yang diproyeksikan dua puluh lima tahun atau lebih dimasa yang akan datang. Perencanaan jangka panjang berkenaan dengan perencanaan strategic.

b. Penetapan Tujuan

Misi Dan Tujuan Organisasi

Sebelum organisasi menentukan tujuannya, terlebih dulu menetapkan misi / maksud organisasi. Misi adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang maksud organisasi. Sedangkan Misi organisasi adalah maksud khas (unik) dan mendasar yang membedakan organisasi dari organisasi-organisasi lainnya dan mengidentifikasikan ruang lingkup operasi dalam hal produk dan pasar.
Etzioni mendefinisikan tujuan organisasi sebagai :
  1. Suatu pernyataan tentang keadaan yang diinginkan dimana organisasi bermaksud untuk merealisasikan
  2. Pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan datang di mana organisasi sebagai kolektifitas mencoba untuk menimbulkannya
2 unsur penting tujuan adalah :
  1. Hasil-Hasil akhir yang diinginkan di waktu mendatang dengan mana
  2. Usaha-uasaha / kegiatan-kegiatan sekarang diarahkan
Tujuan dapat berupa tujuan umum / khusus , tujuan akhir / tujuan antara. Tujuan Umum (tujuan strategic) secara operasioanal tidak dapat berfungsi sebelum dijabarkan terlebih dahulu kedalam tujuan-tujuan khusus yang lebih terperinci sesuai dengan jenjang manajemen, sehingga membentuk hirarki tujuan.

Fungsi Tujuan
Penetapan tujuan yang ingin dicapai merupakan salah satu langkah yang penting untuk dilakukan. Berikut adalah beberapa fungsi dari tujuan :
  1. Pedoman Bagi Kegiatan, melalui penggambaran hasil-hasil di waktu yang akan datang. Fungsi tujuan memberikan arah dan pemusatan kegiatan organisasi mengenai apa yang harus dan tidak harus dilakukan
  2. Sumber Legitimasi, akan meningkatkan kemampuan organisasi untuk mendapatkan sumber daya dan dukungan dari lingkungan di sekitarnya
  3. Standar Pelaksanaan, bila tujuan dilaksanakan secara jelas dan dipahami, akan memberikan standar langsung bagi penilaian pelaksanaan kegiatan (prestasi) organisasi
  4. Standar Motivasi, berfungsi sebagai motivasi dan identifikasi karyawan yang penting. Dalam kenyataannya, tujuan organisasi sering memberikan insentif bagi para anggota
  5. Dasar Rasional Pengorganisasian, tujuan organisasi merupakan suatu dasar perancangan organisasi
Management By Objective
Manajemen sesuai objektif (MBO) adalah suatu proses persetujuan terhadap objektif di dalam satu organisasi sehingga manajemen dan karyawan menyetujui objektif ini dan memahami apa posisi mereka di dalam organisasi tersebut. Sebutan "manajemen sesuai objektif" pertama dipopulerkan oleh Peter Drucker dalam bukunya tahun 1954 yang berjudul 'The Practice of Management'. MBO dapat diraih menggunakan target yang dipersiapkan. MBO memperkenalkan kriteria SMART: Objektif untuk MBO haruslah SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, and Time-Specific). Di beberapa sektor (Kesehatan, Keuangan, dll.) banyak yang menambahkan ER untuk membuat SMARTER, dimana E = Extendable R = Recorded. Objektif membutuhkan tinjauan dan pengawasan. Sistem informasi manajemen yang tepat dibutuhkan untuk membuat objektif relevan dan mengawasi "rasio pencapaian" mereka dalam cara yang objektif. Pemebrian insentif (bonus) sering dikaitkan dengan hasil dalam pencapaian objektif.

Berkenaan dengan penetapan prosedur-prosedur formal yang dimulai dengan penetapan tujuan dan dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan (langkah) sampai peninjauan kembali pelaksanaan kegiatan. Gagasan dasar MBO adalah bahwa MBO merupakan proses partisipatif, secara aktif melibatkan manajer dan para anggota pada setiap tingkatan organisasi.
Bidang pokok tujuan adalah : Posisi Pasar, Inovasi, Produktivitas, Sumber Daya Fisik Serta Keuangan.
MBO dapat dicapai melalui beberapa upaya untuk efektivitas dari program MBO (unsur evektifitas MBO) , yaitu :
  1. Pendidikan dan pelatihan bagai manajer
  2. Keterikatan antara tujuan pribadi dan tujuan organisasi
  3. Pelaksanaan umpan balik secara efektif
  4. Didorong adanya peserta dari bawahan
Keunggulan dari manajemen berdasarkan sasaran MBO adalah : Meningkatkan komunikasi antara manajer dan bawahan
Strategi program untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan melaksanakan misinya. Rangkaian tujuan sebagai bagian proses MBO harus spesifik dan dapat diukur
Kekuatan Dan Kelemahan MBO
Kebaikan-kebaikan program MBO :
  1. Memungkinkan para individu mengetahui apa yang diharapkan dari mereka
  2. Membantu dalam proses perencanaan dengan membuat para manajer menetapakan tujuan dan sasaran
  3. Memperbaiki komunikasi antara manajer dan bawahan
  4. Membuat individu lebih memusatkan perhatiannya pada tujuan organisasi
  5. Membuat proses evaluasi lebih dapat disamakan melalui pemusatan pada pencapaian tujuan tertentu
Kelemahan-kelemahan MBO, mempunyai 2 katagori :
  1. Kelemahan-Kelemahan yang melekat (inherent) mencakup konsumsi waktu dan usaha yang cukup besar dalam proses belajar untuk menggunakan teknik-teknik MBO, serta meningkatkan banyaknya kertas kerja
  2. Menyangkut masalah pokok yang harus dikendalikan agar program MBO sukses :
    1. Gaya dan dukungan manajemen
    2. Penyesuaian dan perubagan MBO
    3. Keterampilan- Keterampilan antar pribadi
    4. Deskripsi jabatan
    5. Penetapan dan pengorganisasian tujuan
    6. Pengawasan metoda pencapaian tujuan
    7. Konflik anatara kreativitas dan MBO
c. Pembuatan Keputusan

Keputusan (decision) merupakan pilihan yang dibuat dari beberapa alternative yang tersedia.
Pengambilan keputusan (decision making) adalah proses identifikasi masalah dan kesempatan kemudian memecahkannya. Pengambilan keputusan yang baik merupakan bagian vital dari manajemen yang baik, karena keputusan-keputusan yang menentukan bagaimana suatu cara organisasi menyelesaikan masalah, mengalokasikan sumber daya dan meraih sasaran. Dengan demikian setiap manajer harus menanamkan ketrampilan dalam membuat keputusan. Pertumbuhan, kemakmuran atau atau kegagalan suatu perusahaan merupakan hasil dari keputusan yang dibuat oleh para manajer. Membuat keputusan bukanlah hal yang mudah. Keputusan harus dilakukan ditengah berbagai factor yang terus berubah, ketidakjelasan informasi dan dan aneka pandangan yang bertentangan.

Tipe - tipe keputusan :

1. Keputusan terprogram (programmed decision)
Keputusan yang dibuat untuk menangani situasi / masalah yang cukup sering terjadi, sehinnga pembuat keputusan dapat membuat aturan-aturan pembuatan keputusan untuk diterapkan di masa depan. Misalnya keputusan untuk memesan persediaan ketika persediaan berada pada level tertentu.
2. Keputusan tidak terprogram (nonprogrammed decision)
Keputusan yang dibuat dalam menanggapi situasi yang unik, tidak familier dan tidak terstruktur serta menimbulkan konsekuensi-konsekuensi penting bagi organisasi.banyak keputusan tidak terprogram melibatkan perencanaan strategis, karena ketidakpastiannya begitu besar dan keputusan merupakan hal yang sangat kompleks.
3. Keputusan setengah terprogramKeputusan yang sebagian dapat deprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin  dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan ini bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan-perhitungan serta analisis yang terperinci
Langkah-langkah pengambilan keputusan
1. Pengakuan terhadap persyaratan keputusan
Para manager menghadapi persyaratan keputusan baik dalam bentuk masalah maupun kesempatan. Suatu masalah terjadi ketika pencapaian organisasional kurang dari sasaran yang ditetapkan.
Kesadaran terhadap masalah/kesempatan adalah langkah pertama dalam mengambil keputusan dan membutuhkan pengamatan lingkungan internal dan eksternal bagi isu-isu yang membutuhkan perhatian eksekutif.
2. Diagnosis dan analisis penyebab
Ketika masalah dan kesempatan telah menarik perhatian manager, pemahaman situasi harus diperjelas. Diagnosis adalah salah satu langkah dalam proses pengambilan keputusan.

3. Pengembangan altrnatif
Pada saat masalah atau kesempatan telah dapat dikenali dan dianalisis, pembuat keputusan mulai mempertimbangkan untuk melakukan tindakan yang diperlukan. Langkah berikutnya adalah menghasilkan alternative solusi yang mungkin dapat menanggapi kebutuhan situasi dan memperbaiki sebab-sebab yang mendasari.
4. Pemilihan alternative yang diharapkan
Ketika beberapa alternative telah dikembangkan, harus dipilih salah satunya. Keputusan pilihan adalah seleksi yang paling menjanjikan dari beberapa alternative tindakan. Alternative terbaik menyediakan solusi terbaik sesuai dengan sasaran menyeluruh dan nilai-nilai organisasi serta dapat mencapai hasil yang diharapkan dengan penggunaan sumber daya seminimal mungkin.
5. Implementasi alternative yang dipilih
Termasuk dalam tahap implementasi adalah penggunaan kemampuan manajerial, administrative, dan persuasive untuk meyakinkan alternative yang dipilih dapat dikerjakan.
Keterlibatan Bawahan Dalam Pembuatan Keputusan
Konsep peran serta  dalam pengambilan keputusan  mula-mula diperkenalkan oleh French et al.(1960), ketika mengatakan bahwa peran serta menujukan suatu proses antara dua atau lebih pihak yang mempengaruhi satu terhadap yang lainnya dalam membuat rencana, kebijakan, dan keputusan. Peran serta bawahan dalam mengambil keputusan sesungguhnya lahir dari desakan kebutuhan psikologis yang mendasar pada setiap individu.
Keinginan untuk berperan serta menurut Archbold (1976) didorongkan oleh kebutuhan akan hasrat akan kekuasaan, ingin memperoleh pengakuan, dan hasrat untuk bergantung pada orang lain, tetapi juga sebaliknya tempat orang bergantung. Pentingnya peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan juga diakui oleh Alutto dan Belasco (1972), karena dengan demikian ada jaminan bahwa pemeran serta(karyawan) tetap mempunyai kontrol atas keputusan-keputusan yang diambil. Apabila pemeran serta tidak dapat mengontrolnya, maka organisasi akan mengalami kerugian, sama dengan tidak ada peran serta sama sekali.
Para menejer akan sulit untuk membuat keputusan tanpa melibatkan para bawahannya, keterlibatan ini dapat formal seperti pengguanaan kelompok dalam pembuatan keputusan; atau informal seperti permintaan akan gagasan-gagasan.
Bantuan para bawahan dapat terjadi pada setiap tahap proses pembuatan keputusan. Bermacam-macam bentuk peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan telah diperkenalkan oleh sejumlah penulis. Seprti Cotton et al. (1988) yang mencoba mengadakan penelitian terhadap berbagai karya tulis tersebut dengan mengumpulkan lebih dari 400 artikel tentang peran serta dalam pengambilan keputusan. Dimana setiap artikel itu diklasifikasikan ke dalam lima sifat peran serta, yaitu ; formal-tidak formal, langsung-tidak langsung, tingkat pengaruhnya isi dari keputusan, dan jangka waktunya singkat atau lama.  Dari lima sifat peran serta itu dengan memperhatikan berbagai bentuk peran serta yang tersedia dalam kepustakaan, dirumuskanlah enam kombinasi bentuk peran serta, yaitu:
(1) Peran serta pengambilan keputusan dalam bidang tugas,
(2) Peran serta konsultatif,
(3) Peran serta jangka pendek,
(4) peran serta informal,
(5) Hak milik karyawan,
(6) Peran serta perwakilan.